Tuesday, January 16, 2007

si buruk yang baik hati

dia datang tepat pada waktunya. berbaju merah menyinarkan lagi kulitnya yang putih melepak itu. nak cepat dia kata. sedang aku membelek kertas kertas itu, aku terdengar dia ketawa. bukan sekali dan bukan juga dua kali.... berkali kali sambil tersenyum dan mengatakan tiada apa yang mengelikan hatinya. aku diam, malas hendak melayan. yang aku tahu, aku ingin segera kembali ke bilik ku dan menonton tv. hari itu, hari malasku... hari yang aku tak ingin melakukan apa apa.

malam tiba, hati aku tertanya tanya. apa yang membuat dia tertawa. rumahku tersergam indah dan bukannya lucu. kolam ikan ku dah dihuni ikan ikan kecil dan itu bukannya lucu. kandang kucingku besar dan selesa dan itu juga bukannya lucu. jadi apa yang membuatkan dia tertawa berkali kali?

aku fikir sejenak. oh barangkali dia ternampak mesin jahit ku terpampang di atas meja. ye lah, aku bukan jenis orang yang menjahit. aku bingung sambil memegang kepalaku... oh ya tak ya, rambut aku ni. besar macam seekor singa. ada yang hendak ke kiri dan ada pula yang hendak ke kanan. tambahan pula, aku di ganggu di hari malas ku. jadi tiada senyuman yang menyusul ketibaan dia....

memang seperti singa yang buruk berbaju besar....
aku pun manusia biasa, ada hari cantik ku dan kadang kadang aku tak terlepas berada di dalam hari buruk ku.
yang penting, aku tahu hati ku tak seburuk rupaku pada hari itu. dia pun tahu.kalau tidak, tidak lah dia datang ke rumah ku hari itu.

2 comments:

born-again drama queen said...

hahahah!! mokcik, bad hair day, eh?
never experienced it since i wear the hijab. tudung seems to save the day, even those moody i-don't-give-a-shit-over-how-i-look days.

aiz said...

welcome back drama queen.... fyi, everyday is a bad hair day for me except if i am going out... hahaha...